Sabtu, 30 Januari 2010

Cerpen SMA

Penulis : Rio Darmawan

Di sebuah sekolah ada satu kelas yang terkenal dengan tingkah laku anak-anaknya yang aneh-aneh, meskipun mereka semua anak ipa, dan kelas ipa satu-satunya, kelas selalu mendapat predikat sebagai kelas yang paling sering berbuat ulah, setiap harinya kelas ini tidak pernah lepas dari masalah.
Suatu hari ketika pertama kali mereka masuk kelas Xl saat jam mata pelajaran terakhir yaitu ketika mata pelajaran BP mereka semua punya rencana untuk membolos gara-gara gurunya belum kelihatan batang hidungnya.

“ nez, u mau pulang gak ? ” kata Darwinto
“ boleh juga tuch usul loe !! “ jawab Anez

Darwinto pun memberitahukan usulnya keseluruh temannya,

“ woi !! ada usul nich …! Gimana klo kita semua pulang aja lagian juga gurunya belum dateng,“
“ yakin loe to, ntar klo gurunyah marah gimana “ tanya teman-temannya
“ tenang aja nanti gw yang atur !!! “

Tak lama setelah mereka pulang guru itupun datang, tapi karna di kelas hanya ada sebagian siswa guru tersebut bingung dan menanyaka kepada siswa yang masih ada di dalam kelas.

“ fan, teman-teman kamu yang lain pada kemana ?”
“ yang lain udah pada pulang bu !!”
“ inikan masih pelajaran ibu, mas kamu ini gimana sih, kamu kan ketua kelas masa teman-temannya pada pulang dibiarkan saja ?”
“ pada susah bu dibilanginnya, lagian juga mereka sudah besar jadi gak usah diatur-atur lagi !!” jawab tomas
“ yang masih ada disini cuma segini, yaudah yang masih ada dikelas ibu absen dulu, nanti setelah absen kalian boleh pulang “
“ bu itu yang pada pulang gimana ?”
“ besok yang pada pulang akan ibu beri sanksi “

Keesokan harinya mereka yang pada pulang pada disuruh untuk memberikan penjelasan kenepa mereka pada pulang, ituhanya baru pembukaan dari semua masalah yang sudah diperbuat, tiada hari tanpa masalah adalah julukan yang paling tepat bagi kelas mereka, dikelas selalu berisik sampai semua guru kalo mengecap klo ipa tahun ini mengalami penurunan mutu dibanding kelas tahun-tahun sebelumnya, mereka cuma bias tenang ketika sedang pelajaran kimia berlangsung, karena menurut sebagian besar siswa guru tersebut galak, apalagi klo udah nunjuk siswa trus suruh maju, bisa-bisa gemeteran di depan papan tulis, kali ini yang sering menjadi inceran guru tersebut adalah si Thomas, klo yang disuruh maju ngerti sih gak apa-apa tapi klo gak ngerti di depan papan tulis bias keluar keringat dingin, tapi mereka semua mempunyai guru paporit yaitu guru mata pelajaran kewarganegaraan, karena gurunya klo lagi ngajar mempunyai cara penyampaian yang berbeda dibandingkan dengan guru-guru yang lain, dan tidak kaku selalu diisi dengan candaan-candaan untuk menyindir siswanya.

Setiap ujian semester tiba mereka semua selalu menerapkan proses pembelajaran sks ( system kebut semalam ) pasti selalu menghalalkan segala cara agar nilai semesternya baik, mulai dari mencatat dikertas sampe smsan semua itu yang menjadi andalan ketika sedang ujian, setiap siswa yang mahir mata pelajaran unggulan selalu menjadi ujung tombak untuk menyebarkan jawaban dari semua soal.

Hingga merekan naik di kelas Xll yang harusnya belajar untuk menuntukan nasib kelulusanya di uan merekah malah menganggap itu hanya masalah kecil, parahnya lagi waktu mata pelajaran matematika, sonny, darwinto, dan jefry, malah bolos cuma untuk menonton film kebioskop mereka tidak sadar klo gurunya sudah mengetahui klo ia bolos, ada yang terlambat trus diskorsing,

Setelah 2,5 tahun menempuh pendidikan di sma, ia sudah harus berhadapan dengan ujian nasional hampir setiap hari diisi dengan mata pelajaran yang di un kan,

“ waduh!! Pm mulu nich gw jadi capek .” seru marwan
“ emang nya loe doang yang capek gw juga nich !! “ jawab rio
“ yang penting kita bisa lulus !!” hendra
“ dari pada kita disini mendingan kita ke pasar p... “ usul hendra

Suatu ada pm bahasa Indonesia gurunya masuk hanya memberikan 1 paket soal pg untuk sebagai acuan seberapa jauh para siswa mengerti materi-materi yang telah diberikan.

“ anak-anak ini ibu ada soal pg, tolong dikerjakan ya!! Pokonya jangan ada yang berisik soalnya ibu mau tinggal dulu kekantor sebentar “
“ iya bu…. “

Ternyata soal yang diberikan menurut sebagian siswa sangat sulit, jadi ada beberapa siswa yang ingin melihat jawaban dari kertas punya guru tersebut, tak selang beberapa guru tersebut datang, dan ia mengetahui klo ada yang melihat kunci jawaban.

“ siapa yang buka-buka kunci jawaban punya ibu ?”

Karena pada takut jadi tidak ada yang mau menjawab maka ia menanyakan kepada satu orang siswa.

“ rio, siapa yang buka kunci jawaban punya ibu ?”
“ nggak tau bu, saya juga baru datang ?”
“ ya udah klo nggak ada yang mau ngaku, ibu gak mau ngajar kelas ini lagi, biar guru yang lain aja yang gantikan ibu “

Setelah beberapa lama akhirnya satu-satu dari mereka pada mengakui klo dia melihat kunci jawaban punya guru tersebut.

“ saya bu yang buka kunci jawaban ibu “ jawab c-monk

Setelah c-monk ngaku si anez sama darwinto juga ikut ngaku.

“ saya juga bu !!” jawab darwinto
“ saya juga !!! “ jawab anez

Akhirnya mereka dilaporkan ke wali kelas mereka, dan sebagai sangsinya mereka diberikan surat pemanggilan orang tua.

Sekarang hari pertama ujian nasional di sekolah sudah sangat ramai, karena ini hari pertama jadi kepala sekolah memberikan arahan pertauran mengenai ujian, setelah arahan selesai sebelum semua siswa memasuki ruangan ujian mereka semua melakukan do’a bersama, harapanya semoga mereka semua bisa menghadapi ujian dengan lancar, di luar ruangan guru yang bersangkutan sedang harap harap cemas apakah mereka semua pada bisa, beberapa jam kemudian merekapun selesai, guru yang bersangkutan langsung menghampiri dan menanyakan ke semua murid.

“ gimana tadi bisa gak ? “ Tanya guru
“ bisa bu, soal yang sering dibahas materinya keluar semua “ jawab semua murid
“ syukur deh kalo begitu “

Setiap harinya selalu begitu, sebelum masuk mereka pada kumpul di kantin belakang sekolah, ada yang sibuk ngejawab latihan soal, ada yang tampangnya khawatir, khusus untuk siswa yang mafia mafia kelas mereka pada santai, gak ada yang perlu dikhawatirkan, setiap ujian selesai mereka selalu keluar kelas dengan tampang yang bahagia gak terbesit tampang khawatir sedikitpun, klo ketemu guru yang bersangkutan mereka selalu mangacungkan jari jempol, untuk menyatakan klo soal yang keluar bisa dengan mudah mereka kerjakan.

Setelah beberapa hari mereka ujian mereka tinggal menghadapi ujian praktek, dan ujian akhir sekolah, ketika ujian praktek olahraga mereka mengalami pengunduran jadwal karena hujan turun, dari pada nungguin hujan berhenti, mendingan main futsal sekalian hujan hujanan, akhirnya mereka berempat main futsal, tak lama kemudian rio menyusul untuk main, baju mereka yang tadinya kering jadi basah kuyup.

“ eh…, kita bagi dua tim aja, satu tim tiga orang !!! “ usul marwan
“ oke, yang kalah buka baju ya !! “ anez

Beberapa jam main tim rio, adit, dan darwinto selalu membuat gol, jadi terpaksa ti anez, marwan, dan darwinto kebagian buka baju semua, Cuma satu orang yang gak kebagian buka baju yaitu rio, temen temen yang lain pada menteriaki rio supaya ikut buka baju, akhirnya semua kebagian buka baju semua, tak sadar hujan telah berhenti, mereka pada dilihatin sama ade kelas mereka, berubung mereka semua mafia kelas jadi gak ada malunya.

Untuk persiapan perpisahan mereka masih belum tau mau pake baju apa dan mau menampilkan apa.

“ anak anak nanti pas perpisahan mau pake baju apa ? “ tanya ibu wali kelas
“ pake kemeja bu, klo yang cewek pada pake kebaya “
“ kamu mau pake warna apa ? “
“ warna hitam bu !!! “
“ klo warna hitam udah dipake sama anak ips “
“ Yaudah biru aja bu!! “
“ trus kamu mau menampilkan apa ? “
“ rencananya mau menampilkan drama musical “ jawab galuh
“ yaudah, kamu sama marwan aja yang ngurus “
“ iya bu!!! “

Rencana mereka tidak berjalan dengan lancar, karena ada konflik antara siswa hanya karena berbeda pendapat, marwan pun pusing mau menampilkan apa.

“ rio, gimana nich !!!, drama gak jadi jalan, trus kelas kita mau menampilkan apa, gw kan gak enak sama wali kelas “ Tanya marwan
“ klo kata gw mendingan kita bawain lagu aja !!! “ jawab rio
“ latihannya kapan ? gimana kalo besok loe bawa gitar buat latihan ? “
“ tenang aja !!! ”
“ gimana mau tenang orang acaranya sebentar lagi “
“ iya. “
“ besok kita kumpul di basecamp, di deket matras, ntar kita omongin lagi di tukang soto, sekalin makan “
“ iya. “

Semula yang tadinya ingin menampilkan drama tapi meleset ke paduan suara, dan padus berjalan dengan lancar.

Tiba saatnya perpisahan mereka berangkat dari sekolahan jam 3 sore, langsung menuju ke candi dieng, baru berjalan sekitar puluhan kilometer, udah pada sibuk minta berhenti di pom bensin dulu, akhirnya waktu harus terbuang percuma, selang beberapa waktu bis pun melanjutkan perjalanan, malam harinya mereka tiba diperlintasan nagrek, setelah itu bis berhenti untuk istirahat di daerah tasikmalaya ketika itu waktu menunjukan pukul 12 malam, mereka semua pada turun, dan pukul 1 mereka melanjutkan perjalanan, pagi harinya mereka tiba di tempat tujuan, sebelum melanjutkan perjalanan ke candi dieng mereka melakukan santap pagi untuk mengisi perut, untuk menuju tempat wisata candi dieng mereka harus bertukar kendaran menjadi mini bus soalnya medan yang dilalui cuput sempit dan begitu curam tapi pemandangannya begitu mengagumkan, setelah dari candi dieng mini bus melaju kembali menuju tempat wisata kawah sikijang, dan telaga warna, setelah itu mini kembali ke tempat bis mereka, dan mereka melanjutkan kembali dengan bis yang mereka tumpangi menuju tempat peristirahatan sebelumnya mereka berhenti dahulu untuk santap malam, setelah menempuh jarak yang jauh mereka tiba di hotel,

“ rio, malam u mau keluar gak ? “ jawab marwan
“ iya gw keluar, u tinggal hubungin gw aja ? “ jawab rio
“ yaudah sekarang pada mandi dulu “

Malam harinya mereka jalan jalan keluar hotel, tadinya pengen jalan kaki tapi malah naik becak, rio, cmonk, dan marwan trus yang lain anez sama darwinto, mereka keliling kota jogja ketika semua tokok udah pada tutup, mereka berhenti di toko souvenir tapi tokonya sudah tutup erpaksa harus menggedor gedor pintu dulu buru dibuka kan setelah membeli beberapa barang mereka langsung melanjutkan pejalanan nya lagi, dan kembali ke hotel, bukanya istirahat mereka malah berniat untuk berenang padahal waktu menunjukan jam 2 malam, akhirnya anez dan darwinto memaksakan untuk berenang ketika mau berenang mereka bertemu dengan guru.

“ hai kamu mau kemana ?”
“ mau berenang pak “
“ gak boleh berenang “
“ yaudah pak “

Walaupun sudah ditegur tetapi anez dan darwinto tetap memaksakan, pertama darwinto menyebur duluan, ketika anez ingin membuka baju gak sengaja tangan anez membentur atap tempat duduk sehingga menimbulkan kegaduhan, karna takut anez langsung kabur sementara itu darwinto sudah nyebur duluan, setelah dirasa aman mereka berlima kembali ke kolam renang, dan anez nyebur menyusul si darwinto, karna ukuran tubuhnya yang begitu besar jadi pada saat nyebur ke kolam meimbulkan suara air yang begitu besar, tak lama petugas keamanan menghampiri guru mereka semua, dan guru tersebut langsung menghampiri, karena takut kena marah rio, marwan dan cmonk kabur, mereka Cuma bisa mentertawakan anez dan darwinto yang kena tegur.

Keesokan harinya mereka menuju ke candi prambanan, sebelum berangkat mereka sarapan pagi di hotel, sambil membahas kejadian semalam, setelah selesai sarapan, bis pun langsung berangkat ke candi prambanan, setibanya disana mereka menghabiskan waktu untuk foto, sampai nekat naik naik kaatas candi, dan mereka melanjutkan mengambil gambar di sebuah gazibu, dan foto foto di atas ayunan, waktu si anez naik ayunan mereka di isengin sama teman temannya, waktu si anez naik ayunannya di dorong sampai kencang, sampai dia teriak teriak, setelah mereka puas ngisengin anez mereka kembali ke bis, dan melanjutkan lagi ke mallioboro, sesampainya di malioboro, mereka langsung hunting toko kaos, setelah memilih beberapa model yang sama satu kelompok, mereka langsung pulang duluan ke hotel naik becak, sementari yang lain masih menunggu hingga jam 7 malam, malam harinya mereka siap siap untuk sesi perpisahan, dan tiba saatnya kelas mereka tampil, semuanya pun berjalan dengan semestinya, diakhir acara ada sesi pelepasan disaat itu adalah suasana yang begitu mengharukan, hingga para guru meneteskan air mata, setelah selesai semua mereka langsung jalan jalan seperti kemarin malam, tapi kali ini lebih banyak yang ikut lagi, dan mereka berhenti di alun alun selatan untuk mengisi perut, setelah selesai mereka kembali ke hotel, untuk istirahat.

Keesokan paginya mereka harus sudah meninggalkan hotel karena sudah waktunya kembali ke Jakarta, tapi sebelumnya mereka pergi ke candi Borobudur, dan langsung ke gua jati jajar, pagi harinya mereka tiba di Jakarta.

Tiba saatnya pembagian hasil ujian tapi belum dikirim kirim juga, kata gurunya diundur, tetapi sore harinya mereka mendapat kabar klo hasil ujiannya sudah ada di web sekolah, dan semua siswa dinyatakan lulus.


The End

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar